Alkisah, dikisahkan dari seorang dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta asal Syiria bahwa ada seorang pemuda Indonesia yang belajar di Timur tengah. Dia adalah seorang yang sangat tekun beribadah. Tak pernah sekalipum ia meninggalkan sholat berjama’ah. Suatu pagi entah karena alasan apa dia telat bangun dan akibatnya dia tidak mengikuti sholat jama’ah Subuh. Ketika ia terbangun dia melihat para jama’ah Subuh telah selesai sholat. dia sangat kecewa dan sedih. Untuk menebus kelalaiannya tidak sholat jama’ah dia berpuasa selama 2 bulan berturut-turtu. Dia berhasil menyelesaikan puasa itu. Setelah selesai puasa, selama satu bulan ia tidak pernah telat bangun dan ketinggalan jama’ah. Dia selalu bermimpi dibangunkan oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal. Entah sipa itu. Akhirnya dia menanyakan perihal sosok lelaki itu pada seorang Syeikh imam masjid. Dia menceritakan kejadian dari awal sampai akhir. Seorang syeikh itu terdiam sejenak dan berfikir. Sesaat kemudian dia mengatakan bahwa sosok lelaki yang selalu membangunkannya sholat adalah setan.
Mungkin kita bingung kenapa justru yang membangunkan adalah setan? Mengapa bukan malaikat? Mari kita tinjau ulang cerita di atas. Apa yang dilakukan oleh pemuda itu ketika tidak mengikuti jama’ah subuh? Dia berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Kita tahu bahwa puasa adalah salah satu ibadah yang dapat menahan kita dari hawa nafsu ketika seseorng berpuasa dia dapat mengenalkn hawa nafsunya. Dan seseorang yang berpuasa dengan benar maka setanpun tak akan mampu untuk menggodanya. Hal inilah yang menyebabkan setan selalu membangunkannya untuk sholat jama’ah. Setan tidak rela jika pemuda it uterus berpuasa karena peluang bagi setan untuk menggodanya sangat kecil. Sedang ketika ia tidak berpuasa ia lebih mudahmenggodanya.
Maka dari itu, di bulan yang baik ini mari kita tingkatkan kekhusyu’an ibadah puasa kita sehingga setan benar-benar tidak mampu menembus benteng pertahanan iman kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar