Kata orang cinta itu buta. Cinta tidak memandng kasta maupun tahta.
Cinta tidak mengenal rupa. Cinta tidak membedakan si kaya dan rakyat jelata.
Kata orang juga, dalam cinta tidak ada aturan main. Benarkah demikian? lalu,
jika cinta memang demikian, apakah yang aku rasakan ini bukan cinta? Aku tatap
melihat siapa laki-lakiyang sekrang mengisi hatiku. Bagaimana sikap dan
kepribadiannya, dia berasal dari keluarga yang seperti apa, apa yang ia lakukan
dalam kesehariannya, apakah ia memilki akidah yang sama denganku atau tidak.
Semua itu ada dalam list kriteria seorang pendampingku. Bagaimana mungkin cinta
tidak memandang itu semua? Bagaimana seseorang bisa berpikir bahwa cinta tiddak
cukup untuk melangsungkan masa depan yang cemerlang. Untuk mendapatkan masa
depan yang cerah, tentu sebagai seorang wanita kita membutuhkan seorang
laki-laki yang siap bekerja keras (tidak perlu laki-laki yang sudah mapan),
berani menhghadapi berbagai rresiko tumah tangga, setia, dan yang terpenting
adalah ia mencintai Tuhan-Nya lebih dari apapun. Kalau hanya demi cinta, aku
tidak mungkin memilh orang yang sekarang menjadi pengisi hatiku. Tentu, kalau
cinta itu buta, mungkin aku akan memilih orang yang lebih cakep dari dia. Tapi
aku tidak. Toh, dalam setiap doa yang kupanjatkanpun, aku menyebutkan
kriteria-kriteria calon pendamping yang aku minta pada-Nya. Menurutku, pendapat
orang yang mengatakan cinta itu buta hanyalah mereka yang tidak mau berpikir
keras. Orang yang mengatakan dalam cinta itu tidak ada aturan, itu hanya alibi
mereka yang tidak mau ada aturan di dalam bercinta. Cinta sejati tentu aka nada
aturan yang harus dijalankan sehingga cinta itu dapat membawa para pecinta
menuju masa depan yang lebih indah. Bisa dilihat di sekeliling kita, berapa
banyak anak gadis yang kehlangan kehormatannya dengan mengatasnamakan cinta?
Berapa banyak bayi-bayi mungil yang tak berdosa yang harus kembali ke pangkuan
Sang Penciptanya, bahkan sebelum ia tahu siapa ayah dan ibunya. Berapa banyak
ruamah tangga pasangan suami isteri yang bercerai karena dulunya hanya
mengatasnamakan cinta.
Oleh karena itu, memang benar cinta itu akan membawa kedamaian.
Tapi jangan lupa, bahwa dalam Islam pun setidaknya ada empat kriteria yang
sebaiknya diperhatikan ketika hendak memilih psangan. Yang pertama karena
cakepnya, yang kedua karena nasabnya, yang ketiga karena hartanya, dan jika
ketiga kriteria tadi tidak dapat ditemui, maka yang terpenting addalah karena
agamanya. Karena agama akan mampu membawa ke kehidupan yang lebih baik. agama
akan mampu mengatasi persoalan yang akan ditemui pasangan suami isteri kelak
dalam berumah tangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar