Minggu, 30 Agustus 2015

Cinta Buta? Benarkah...?


Kata orang cinta itu buta. Cinta tidak memandng kasta maupun tahta. Cinta tidak mengenal rupa. Cinta tidak membedakan si kaya dan rakyat jelata. Kata orang juga, dalam cinta tidak ada aturan main. Benarkah demikian? lalu, jika cinta memang demikian, apakah yang aku rasakan ini bukan cinta? Aku tatap melihat siapa laki-lakiyang sekrang mengisi hatiku. Bagaimana sikap dan kepribadiannya, dia berasal dari keluarga yang seperti apa, apa yang ia lakukan dalam kesehariannya, apakah ia memilki akidah yang sama denganku atau tidak. Semua itu ada dalam list kriteria seorang pendampingku. Bagaimana mungkin cinta tidak memandang itu semua? Bagaimana seseorang bisa berpikir bahwa cinta tiddak cukup untuk melangsungkan masa depan yang cemerlang. Untuk mendapatkan masa depan yang cerah, tentu sebagai seorang wanita kita membutuhkan seorang laki-laki yang siap bekerja keras (tidak perlu laki-laki yang sudah mapan), berani menhghadapi berbagai rresiko tumah tangga, setia, dan yang terpenting adalah ia mencintai Tuhan-Nya lebih dari apapun. Kalau hanya demi cinta, aku tidak mungkin memilh orang yang sekarang menjadi pengisi hatiku. Tentu, kalau cinta itu buta, mungkin aku akan memilih orang yang lebih cakep dari dia. Tapi aku tidak. Toh, dalam setiap doa yang kupanjatkanpun, aku menyebutkan kriteria-kriteria calon pendamping yang aku minta pada-Nya. Menurutku, pendapat orang yang mengatakan cinta itu buta hanyalah mereka yang tidak mau berpikir keras. Orang yang mengatakan dalam cinta itu tidak ada aturan, itu hanya alibi mereka yang tidak mau ada aturan di dalam bercinta. Cinta sejati tentu aka nada aturan yang harus dijalankan sehingga cinta itu dapat membawa para pecinta menuju masa depan yang lebih indah. Bisa dilihat di sekeliling kita, berapa banyak anak gadis yang kehlangan kehormatannya dengan mengatasnamakan cinta? Berapa banyak bayi-bayi mungil yang tak berdosa yang harus kembali ke pangkuan Sang Penciptanya, bahkan sebelum ia tahu siapa ayah dan ibunya. Berapa banyak ruamah tangga pasangan suami isteri yang bercerai karena dulunya hanya mengatasnamakan cinta.
Oleh karena itu, memang benar cinta itu akan membawa kedamaian. Tapi jangan lupa, bahwa dalam Islam pun setidaknya ada empat kriteria yang sebaiknya diperhatikan ketika hendak memilih psangan. Yang pertama karena cakepnya, yang kedua karena nasabnya, yang ketiga karena hartanya, dan jika ketiga kriteria tadi tidak dapat ditemui, maka yang terpenting addalah karena agamanya. Karena agama akan mampu membawa ke kehidupan yang lebih baik. agama akan mampu mengatasi persoalan yang akan ditemui pasangan suami isteri kelak dalam berumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar